oleh

Dihadapan Gubernur, Tiga Calon Pjs Wali Kota  Makassar Paparkan Rencana Program

MAKASSAR, INIKATA.com – Memperebutkan posisi Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar memaparkan program dan strategi kebijakan di hadapan Gubernur dan Wagub Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) dan Andi Sudirman Sulaiman di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (18/4).

Tiga calon tersebut adalah Denny Irawan yang saat ini menjabat Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Iqbal Suhaeb yang merupakan Kepala Balitbangda Sulsel dan Sulkaf Latif yang merupakan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel.

Denny Irawan dalam paparannya, menyimpulkan secara umum permasalahan Kota Makassar. Ia menilai setidaknya ada 9 masalah yang mesti menjadi pokok perhatian. Yakni, masalah parkir dan pedestarian, kemacetan, sampah, drainase, lingkungan, tata ruang, sosial, transportasi, dan banjir.

“Tugas kami sebagai pejabat wali kota, memastikan seluruh layanan publik berjalan dengan baik, memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga, tetap memastikan bahwa agenda pembangunan pemerintah bisa berjalan dengan baik,” ucap Irawan.

Ia pun menjanjikan kepada Gubernur jika terpilih sebagai Pejabat Wali Kota Makassar, bahwa Jalan Tanjung Bunga merupakan milik dari Perseroan Terbatas dari Gowa Makassar Tourism Development Corporation (GMTDC) yang ia nilai sebagai salah satu landmark Kota Makassar akan menjadi milik Pemerintah Kota Makassar.

Tak ingin kalah, Iqbal Suhaeb juga memaparkan program kerjanya. Ia menilai masalah utama Kota Makassar yakni karena program kerja yang dibuat tidak substansif dan bersifat jangka pendek. Ia pun berujar bahwasanya program masih banyak yang tumpang tindih dan lemah dalam pengimplementasian.

“Kami punya tiga misi, Makassar itu harus bersih, nyaman, dan continuity,” ujarnya.

Sementara itu Sulkaf S Latief mengatakan, masa jabatan yang diemban selama 20 bulan oleh PJ Wali Kota Makassar dinilai tidak akan cukup menyelesaikan seluruh permasalahan. Ia menilai para pegawai Aparat Sipil Negara (ASN) justru memiliki peran yang sangat penting.

“Kita harus bisa menggerakkan pegawai ASN yang hebat-hebat, itu yang penting,” katanya.

Menanggapi, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengaku ketiga calon saat memaparkan visi misi yang sangat baik.

“Secara umum, ketiganya bagus, ada yang kongkrit, dan ada juga, ya kalau saya butuh waktu lima tahun itu untuk menyelesaikan,” ujar NA.

Nantinya dari ketiga nama tersebut, Gubernur Sulsel akan menetapkan satu nama sebagai pengganti Danny Pomanto pada yang akan berakhir masa jabatannya pada 8 Mei mendatang. (Harun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed