oleh

Ini Para Sesepuh DPRD Makassar yang Berhasil Pertahankan Kursi

MAKASSAR, INIKATA.com – Sejumlah Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar berhasil pertahankan kursinya. Ada yang berhasil menduduki kursi legislatif untuk 3 periode dan bahkan ada yang hingga 4 priode.

Legislator sepuh tersebut antara lain Hamzah Hamid dari PAN, Wahab Tahir dari Golkar, Hasanuddin Leo dari PAN, dan Amar Busthanul dari Gerindra, HM Yunus dari Hanura. Bahkan Zaenal dg Beta dari PAN yang tercatat sudah lebih dari 4 periode masih terpilih lagi.

Naiknya kembali sejumlah legislator untuk ketiga kalinya membuyarkan anggapan masyarakat jika duduk 3 periode adalah hal yang sangat sulit karena rakyat ingin kebaruan. Hasanuddin Leo mengatakan, selama dia melakukan sosialisasi, tak ada halangan apapun yang dia rasakan.

Tak ada tantangan dari orang tertentu yang ingin menggugurkan jalannya agar terjadi regenerasi. Bahkan suaranya naik 2 kali lipat dibanding periode 2014 lalu. Dia merasa naiknya kembali menjadi legislator karena rakyat melihat kinerjanya.

“Alhamdulillah yang saya rasakan selama ini tidak ada. Karena itu dibuktikan dengan suara saya Alhamdulillah 2 kali lipat dari 5 tahun lalu,” ujarnya, Kamis (23/5/2019).

Hasanuddin mengatakan, duduk untuk tiga periode adalah hal yang sangat bisa terjadi dan tak sulit jika caleg bersangkutan telah memperlihatkan kinerjanya selama menjadi anggota legislatif.

“Justru tergantung sebenarnya daripada bagaimana kita jalankan tupoksi kita sebagai DPR. Kalau kemudian tidak ada tong ji guna-guna ta jadi anggota DPR pasti kan masyarakat tidak akan memilih lagi,” ujarnya.

Hasanuddin beranggapan, jika ada pihak yang bilang sulit bagi legislator untuk duduk ketiga kalinya, Hasanuddin menganggap jika mungkin ada seseorang yang merasa mengalami kesulitan tersebut.

Itu  karena ada penilaian khusus dari masyarakat mengenai maksimalisasi fungsinya selama ini sebagai anggota dewan.

“Dengan kedudukannya sebagai wakil rakyat apakah berfungsi atau tidak, atau apakah ada kepedulian atau justru tidak ada. Saya kira ini menjadi penilaian yang sangat mahal dari masyarakat untuk bisa menentukan terpilih atau tidak,” jelasnya. (Hendrik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed