oleh

Kawasan Industri Takalar, Butuh 3.000 Hektar Pembebasan Lahan

MAKASSAR, INIKATA.com – Direktur PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero, Sattar Taba, mengatakan rencana pembangunan Kawasan Industri di Kabupaten Takalar, masih membutuhkan pembebasan lahan seluas sekitar 3.000 hektar dari total yang dibutuhkan yakni seluas 3.750 hektar.

Ia mengatakan, dari 3.750 hektar tersebut akan dibagi dalam dua tahap pembangunan. Tahap pertama yakni pembangunan Kawasan Industri yang berfokus pada pengelolaan logam, aluminium, dan tembaga yang berdiri di atas lahan seluas 750 hektar.

Untuk pembangunan tahap pertama sendiri, pihaknya menggandeng investor asal Cina, PT. CMRA yang bergerak di bidang pengelolaan dan pemrosesan logam.

Sementara tahap kedua yakni pembangunan kilang minyak yang akan berdiri di atas lahan seluas 3.000 hektar. Pembangunan kilang minyak tersebut akan menggandeng Pertamina dan partner.

“Sekarang yang paling konkret ini adalah Industri Recycled yang sudah siap. Tahap kedua adalah pembangunan kilang minyak yang bekerjasama dengan Pertamina dan investor lainnya,” ucapnya selepas pertemuan dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) di Kantor Gubernur, Rabu (22/5/2019).

Lebih jauh dikatakan, terkait pembangunan tersebut, kata Taba, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Takalar sudah menyiapkan lahan seluas 750 hektar dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB). PT. KBN selanjutnya akan menyewa lahan tersebut selama 70 tahun ke depan.

“Kita menyewa kepada Pemda dalam jangka waktu panjang diberikan sertifikat HGB. Dengan HGB itulah kita berjalan investasinya,” jelasnya.

Sementara untuk awal realisasi pembangunan, pihaknya mengaku pada tahun ini sudah siap dikerjakan. Ia pun menargetkan, pembangunan Kawasan Industri tersebut akan rampung selama tiga tahun.

“Tiga tahun mulai dari desain, perencanaan dan pembangunannya sampai pengoperasian,” ucapnya.

Taba mengatakan, pembangunan Kawasan Industri tersebut akan menarik investor senilai Rp. 40 triliun dan diproyeksi akan menyerap tenaga kerja sebanyak 15 ribu orang.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, pihaknya akan terus memberikan pelayanan kepada para investor agar mereka menanamnya modalnya di Sulsel. Ia pun mengaku akan memudahkan segala perijinan terkait pembangunan Kawasan Industri tersebut. Bahkan mengaku siap dalam urusan pembebasan lahan.

“Untuk lokasi lahan itu tanggungjawab Pemprov dan Pemkab untuk menyiapkan. Tentu kita berharap jangan lagi soal persoalan lahan mereka harus berpindah ke tempat lain,” ucapnya, Rabu (22/5/2019).

“Kenapa saya antusias dan mendorong perekonomian industri di Takalar. Ini akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi bagian Selatan,” tambahnya. (Harun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed