oleh

Pembentukan Panitia Pemilihan BPD di Desa Kanyuarang Tak Transparan, Kadesnya Bungkam

PANGKEP, INIKATA.com — Sesuai aturan Permendagri No. 110/2016 tentang Badan Pemberdayaan Desa (BPD). Pengisian anggota BPD dilaksanakan oleh panitia yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.

Namun, menurut salah seorang warga Dusun Timbor, Desa Kanyurang, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Hasanuddin mengaku kecewa dengan kepala desanya, dimana dalam pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diduga dilakukan dengan tidak transparan, tidak jelas pembentukan panitianya.

“Pembentukan panitia pemilihan BPD di Desa Kanyurang tidak jelas dan tidak transparan. Di Dusun Timbor tidak jelas siapa panitianya, kenapa tiba tiba sudah ada anggota BPD terpilih. Setelah saya pertanyakan ketidakjelasannya kepada kepala desa dalam pembentukan panitia, akhirnya kepala desa menjanjikan saya untuk membuka kembali pendaftaran, namun sampai hari ini tidak ada realisasi, ujar Hasanuddin, Rabu (28/11).

Lanjut Hasanuddin, sebenarnya ada beberapa orang yang ingin maju untuk bertarung dalam pemilihan BPD ini, namun mereka tidak tahu menahu dimana harus mendaftar dan sama siapa mereka mendaftar.

Mirisnya lagi, di Dusun Timbor tiba tiba ada tiga orang terpilih sebagai anggota BPD, sementara tidak dilakukan pemilihan.

Dikonformasi Kepala Desa Kanyurang, Salam melalui telepon selularnya tidak ada jawaban. Bahkan dilayangkan SMS (Short Message Service) melalui telepon selularnya untuk dikonfirmasi juga tidak dibalas.

Untuk diketahui, anggota BPD yang terpilih di empat dusun yakni, Dusun Butung butungan 3 orang, Dusun Bangko bangkoang 2 orang, Dusun Culia 1 orang dan Dusun Timbor 3 orang.

Dalam Pasal 10 disebutkan, panitia melakukan penjaringan dan penyaringan bakal calon anggota BPD dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sebelum masa keanggotaan BPD berakhir. Ini sama sekali tidak dilakukan.

Selanjutnya, bakal calon anggota BPD yang memenuhi syarat di tetapkan sebagai calon anggota BPD. Pemilihan calon anggota BPD paling lambat 3 bulan sebelum masa keanggotaan BPD berakhir.

Adapun jumlah panitia paling banyak berjumlah sebelas orang yang terdiri atas unsur perangkat desa paling banyak 3 orang dan unsur masyarakat paling banyak 8 orang. Unsur masyarakat merupakan wakil dari wilayah pemilihan.
Bersedia dicalonkan menjadi anggota BPD. (sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed