oleh

Persiapan Panjang dan Makan Biaya, Gubernur Minta Lakukan Evaluasi Mekanisme Pemilu

MAKASSAR, INIKATA.com – Setelah pelaksanaan Pemilu 2019, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) memberikan kritikan terkait pemilu yang menurutnya perlu dilakukan evaluasi.

NA mengatakan, masa kampanye yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni sejak 23 September 2018 lalu, hingga 13 April 2019, dinilai terlalu lama dan menelan banyak biaya.

“Kita lihat persiapan kemarin kampanye terpanjang di dunia. Dan saya kira kita perlu evaluasi apakah dibutuhkan persiapan panjang seperti ini. Kalau saya itu yang saya rasakan. Pasti biayanya juga mahal,” ujar NA saat akan mencoblos di TPS 42, Perumahan Dosen, Kecamatan Tamalanrea, kemarin (17/4).

Ia pun mencontoh pada Pemilihan Gubernur di Jepang. Di sana kata NA, masa kampanye hanya berlangsung selama 17 hari dan paling tinggi hanya memakan biaya Rp300 juta.

“Pemerintah mereka juga sudah menyiapkan tempat pasang poster bagi calon baik itu legislatif. Mereka melihat baca visi misi. Kita ini visi misi dipasang di tengah jalan, siapa yang bisa baca, ini juga kita harus benahi,” ungkap mantan Bupati Bantaeng tersebut.

NA pun menyarankan untuk mempertimbangkan untuk menggunakan pemilihan e-voting, seperti yang ia lakukan di Bantaeng saat ia masih menjabat sebagai bupati. E-voting menurutnya lebih efisien dan lebih murah.

“Pemilihan e-voting di Bantaeng, alhamdulillah berjalan bagus. Pemilihan kades semua e-voting. Masyarakat juga tidak terlalu lama menunggu diperhitungan itu. E-voting jam 1 sudah direkap oleh semua sistem. Kenapa kita tidak, supaya biaya jadi murah. Investasi awal aja, tidak perlu lagi ada mobilisasi surat suara, kotak suara, sudah itu dihitung lagi,” tutup NA. (Harun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed