oleh

Polisi Periksa Bendahara PSSI Terkait Kasus Suap Wasit Liga 3

MAKASSAR, INIKATA.com – Satgas Antimafia Bola telah memeriksa Bendahara Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlinton Siahaan, Senin (14/1/2019) kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan bendahara PSSI itu terkait dugaan suap wasit di laga kompetisi Liga 3 antara Persibara vs PS Pasuruan.

“Beliau sudah diperiksa setelah melakulan penjadwalan ulang pemeriksaan,” kata Argo, Senin (14/1).

Mantan Kapolres Nunukan ini menambahkan, Berlinton yang juga Direktur PT Liga Indonesia Baru menjalani pemeriksaaan didampingi pengacaranya dari Biro Hukum PSSI.

Kasus ini, kata Argo, bermula adanya laporan mantan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Setelah menerima laporan, Polisi kemudian bergerak cepat menangkap Nurul Safarid yang bertindak sebagai wasit dalam laga antara Persibara vs PS Pasuruan.

Nurul diduga menerima uang suap dari tersangka Priyanto dan Dwi Irianto alias Mbah Putih sebesar Rp45 juta agar menguntungkan Persibara.

“Rinciannya Rp40 juta tunai dan Rp5 juta transfer dengan bukti transfer,” urai eks Kabid Humas Polda Jawa Timur ini.

Nurul Safarid juga sempat hadir di satu pertemuan yang berisikan sejumlah pihak. Pertemuan itu membahas terkait rencana membantu kemenangan Persibara atas PS Pasuruan pada pertengahan bulan Oktober 2018 di Hotel Central Banjarnegara.

“Di situ hadir pula perangkat pertandingan yakni wasit atas nama Nurul Safarid, dua asisten wasit, wasit cadangan Chalid Hariyanto, serta pengamat atau pengawas pertandingan,” sebut Argo.

Diketahui, selain menetapkan Nurul, Polisi sudah mendapatkan empat orang sebagai tersangka terkait skandal pengaturan skor di kompetisi sepak bola Indonesia. Mereka ialah Johar Lin Eng, Priyanto, Anik Yuni Artika Sari dan Dwi Irianto alias Mbah Putih. (Jpnn/Inikata)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed