oleh

Tak Layak Pimpin Sulsel, Nurdin Abdullah Diibaratkan Preman Kampung Masuk Kota

INIKATA.com – Wartawan senior, Mulawarman mengibaratkan Nurdin Abdullah seperti ‘preman kampung yang masuk kota’. Sifatnya yang tidak mengayomi malah terlihat sangat jumawa ke bawahannya menjadikan dia tidak layak memimpin Sulsel.

Salah satu yang paling hangat akhir-akhir ini diperbincangkan adalah kasus pemecatan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, Jumras yang dinilai banyak pihak sebagai blunder fatal keputusan Nurdin Abdullah.

Dalam sistem pemerintahan, pergeseran atau mutasi jabatan sebenarnya adalah hal yang lumrah. Namun khusus untuk kasus pemecatan Jumras, banyak pihak menilainya sebagai sebuah kejanggalan.

Melalui tulisannya, Mulawarman membeberkan bila pemecatan tersebut sarat kedengan kepentingan pribadi Nurdin Abdullah yang menjadikan jabatannya sebagai ajang mencari keuntungan pribadi.

Menurut Mulawarman, pemecatan Kepala Biro Pembangunan Sulsel ini disebabkan karena dia menolak ‘orang dekat’ Nurdin yang datang ke kantornya untuk meminta ‘jatah’ pembangunan infrastruktur, padahal terkait hal itu sudah ada prosedurnya melalui lelang yang transparan dan saat ini sedang memasuki tahap akhir.

Keputusan-keputusan yang kontraproduktif ini bila dirunut jauh ke belakang memang banyak meninggalkan jejak dalam kepemimpinan Nurdin Abdullah sewaktu masih menjabat sebagai Bupati Bantaeng.

Sebut saja, adanya berbagai dugaan yang pernah sampaikan seorang warga Bantaeng, Hamra Nakka yang membeberkan berbagai dugaan korupsi dan proyek ‘mangkrak’ di Kabupaten Bantaeng selama 9 tahun terakhir atau selama NA menjadi bupati.

Namun diantara dugaan tersebut, yang paling mencolok adanya dugaan korupsi pada pembangunan RS DR Anwar Makkatutu. Bahkan Kejaksaan Tinggi Sulselbar pernah langsung mengusut adanya dugaan korupsi ini. Walau hingga saat ini kasus tersebut terkesan mengendap.

Menanggapi semua itu, Mulawarman mengatakan di Bantaeng, dia bisa lolos dari pantaukan warga karena skala daerahnya kecil, namun di Sulsel jangan coba-coba berbuat seenaknya.

“Di Sulsel, khususnya Makassar, warganya sudah sangat cerdas dan kalau pun dia mampu mengontrol media massa, media sosial akan ‘mengadilinya,” ujar Mulawarman.

Lagian, menurut Mulawarman kasus-kasus yang mengendap di Bantaeng, suatu saat bakal bisa dibuka kembali. Hanya menunggu waktu. (Inikata/RakyatSulsel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed