oleh

Memasukki Triwulan lll, Daya Serapan Program Kegiatan Pemprov Masih 50%

MAKASSAR,INIKATA.com – Memasukki triwulan lll, daya serapan program kegiatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), di 59 Organisasi Lingkup Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan rendah.

Hal ini disebabkan karena adanya rasionalisasi anggaran pada penyusunan anggaran perubahan, dan baru dapat direalisasikan, pada triwulan IV TA 2018.

Sekertaris Badan Perencanaan Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Irawan Bintang menyebutkan, laporannya rendahnya realisasi kegiatan DAK OPD, disebabkan belanja modal yang melekat pada UPTD mekanisasi, tidak direkomendasikan pembentukannya oleh Kemendagri.

“Secara kumulatif, realisasi keuangan mencapai Rp5,69 triliun lebih atau 59,01 persen, dan realisasi fisik 61,34 persen. Padahal anggaran APBD provinsi sebesar Rp9,64 triliun lebih,” papar Irawan saat membuka monitoring dan evaluasi, di kantor gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (18/10/2018).

Lebih lanjut, ia mencontohkan pada urusan kesehatan misalnya, masih terdapat beberapa program/kegiatan dengan daya serap rendah. Disebabkan oleh perubahan status UPTD menjadi UPK/UPT.

“UPTD Akademi Keperawatan Anging Mammiri, adalah pelaksana teknis yang paling rendah realisasi keuangannya. Hanya 15,34 persen. Sedangkan realisasi fisiknya sebesar 27,93 persen,” tuturnya. (nurul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini