oleh

DPPKB Makassar Bahas Penyusunan Analisis Parameter dan Profil Kependudukan

INIKATA.com – Dinas Pengendalian Pendudukan dan KB Makassar mengadakan rapat pertemuan penyusunan analisis parameter dan profil kependudukan dengan berbagai lintas sektor terkait. Diantaranya, Dinas Kesehatan, Bappeda, Disduk Capil dan BPJS.

Parameter Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Indonesia khususnya di Kota Makassar dapat menjadi salah satu sumber data dan informasi kependudukan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang berkepentingan.

Semakin lengkap dan akurat data dan informasi kependudukan yang tersedia, maka akan semakin mudah dan tepat perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu, penyusunan Parameter Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sangat dibutuhkan, sehingga bidang pengendalian penduduk pada Dinas pengendalian penduduk dan keluarga Berencana Kota Makassar menyusun parameter kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga Kota Makassar.

Sebagai tujuannya adalah Penyajian Parameter kependudukan Kota Makassar Tahun 2018, sebagai salah satu informasi dalam penentuan kebijakan, perencanaan pembangunan serta evaluasi hasil pembangunan.

Sebagai sumber data yang digunakan untuk menyusun Parameter Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Indonesia dikumpulkan dari berbagai sumber yang telah dipublikasikan, seperti: Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, Sensus Penduduk, Sakernas, Profil Kesehatan Indonesia, Human Development Report, Statistik Indonesia, Pelayanan Kontrasepsi, data olahan dari BPS, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Disamping itu beberapa data yang disajikan juga merupakan data proyeksi sementara yang dihitung oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar.

“Kalau kita melihat LPP itu sebenarnya tidak seimbang dengan angka kelahiran, ini menandakan bahwa urbanisasi lebih banyak walaupun KB berhasil menekan angka kelahiran, akan tetapi kalu LPPnya tetap tinggi kami dianggap saja tidak berhasil, walau LPPnya tinggi di sebabkan urbanisasi yang disebabkan 2 faktor yaitu ekonomi, dan sekolah atau universitas,” kata Plt Kadis PPKB. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed