oleh

Opini: Nasran Mone dan ARA, Segitu Yakinnya Kalian Gagal Tanpa Danny Pomanto

INIKATA.com – Bukan Danny Pomanto yang membohongi kalian. Bukan pula Danny Pomanto sedang membohongi Jokowi atau Partai Nasdem dan Perindo. Tapi saya melihat ini pengakuan terbuka kalian. Pengakuan bahwa saat Pilkada Wali Kota Makassar kemarin, kalian sedang membohongi Danny Pomanto.

Kutipan “PEKERJAAN UTAMA dan pertama seorang politisi di musim Pemilihan Umum (Pemilu) adalah berbohong” dari Politisi India Rambrinath Kapoor, lebih tepatnya dialamatkan ke diri kalian sendiri.

Kalianlah para politisi itu yang sesungguhnya. Tanpa malu-malu dalam tulisan Mulawarman jelas-jelas mengidentifikasi Nasran Mone sebagai Politisi Golkar yang kini poltisi Perindo. Adi Rasyid Ali (Ara) sebagai poltisi Demokrat. Tidak ada yang membantah satatus kalian sebagai politisi senior. Lain dengan Danny Pomanto yang baru seumur jagung jadi politisi.

Danny Pomanto tidak pernah menjanjikan sebuah kemenangan 100 persen untuk Jokowi. Tapi berupaya memenangkan Jokowi adalah hal mutlak baginya. Pun untuk Nasdem dan Perindo sebagai partai pendukung Jokowi, kalau Danny menjanjikan akan membantu keduanya adalah wajar. Di Perindo ada Istrinya, di Nasdem ada anaknya sebagai caleg DPRI. Danny tentu akan berjuang keras mendudukkan keduanya melenggang ke Senayan. Salahnya di mana? Apakah yang disebut betul jika yang dibantu adalah caleg Demokrat (yang tak punya sumbangsih apa-apa) yang nyata-nyata pendukung Prabowo? Ataukah seorang Danny Pomanto akan disebut politisi jujur jika harus memperjuangkan politisi kutu loncat sekelas Nasran Mone? Tidak, bukan?

Sebagai politisi senior, tidak seharusnya Nasran Mone dan ARA memperlihatkan kehawatiran berlebihan seperti ini. Apalagi, sebagai politisi (yang disebut senior) tentu dia punya basis (kalau ada). Maka sangat mengherankan jika kini kalian frustrasi. Nasran Mone dan Ara, Segitu Yakinnya Kalian Gagal Tanpa Danny Pomanto?

Jika kalian yakin gagal kali ini, lalu apa yang anda bantukan ke Danny Pomanto di Pilkada 2018 kemarin? Apakah saat itu kalian telah berbohong ke Kandidat Wali Kota Petahana Danny Pomanto? Dimana massa kalian yang katanya ribuan itu jika untuk duduk sebagai anggota legislatif saja, sebelum bertarung kalian sudah merasa begitu lemah tak berdaya? Sekali lagi, kalianlah yang sedang berbohong.

Jika ARA, mungkin ini sebuah manuver atau perintah partai untuk menggembosi basis Danny Pomanto yang kini menjadi pendukung Jokowi. Wajar, secara politis anda adalah rival. Maka wajar pulalah jika pendukung Danny Pomanto tidak memilih Anda.

Namun yang benar-benar lucu adalah Nasran Mone. Caleg dari partai pendukung Jokowi kok anda sepertinya tidak berpihak ke Jokowi? Anda seolah-olah bersekutu dengan partai lain untuk menggagalkan penggalangan suara untuk Jokowi.

Kata Nasran, pastilah Danny lebih memperjuangkan anak dan istri daripada Nasran. Untuk apa memperjuangkan Nasran yang hanya salah seorang teman, tidak penting untuk diperjuangkan (Politisi Baper) hehhe. Lalu Nasran mengungkapkan bahwa dirinya telah habis-habisan dan mempertaruhkan nama baik dan kehormatannya untuk mewujudkan cita-cita politik Danny, sebagai wali kota Makassar.

Seperti apakah habis-habisan yang dikatakan Nasran? Faktanya, saat diberi amanah sebagai ketua Intifadah (nama tim komunitas Danny-Indira yang membawahi 170 komunitas pendukung swadaya), Nasran gagal. Satu per satu ketua-ketua komunitas mengundurkan diri atas kepemimpinan Nasran. Mereka lebih memilih dibawa koordinasi Danny langsung. Selebihnya menyampaikan komplain agar Nasran tidak usah dipakai dalam Tim. Alasannya, hampir semua ketua komunitas tahu siapa dan seperti apa sepak terjang seorang politisi Nasran. “Kecuali kalau berubahmi sekarang” begitulah pernyataan hampir dari semua pendukung Danny-Indira yang menolak Nasran.

Lalu atas nama pertemanan, Danny tetap mempertahankan Nasran dengan berbagai alasan dan mencoba meyakinkan komunitas.

Lalu apa yang dilakukan Nasran? Nasran memang habis-habisan. Maksudnya habis-habisan menghabiskan waktu duduk di Warkop Kita di Jl. Landak dari pagi hingga sore di saat tim yang lain sedang bekerja keras.

Lalu, sekarang Nasran mencoba menagih jasa, mengih pamrih. Hehhe. Sadar diri Nasran, ribuan pendukung Danny Pomanto menyaksikan kelicikan dan kebohonganmu saat di Tim. Kalau tidak percaya, tanya mereka.

“Demi jalan karier politik, seorang politisi rela menebar kebohongan. Itu kata Marcus Junius Brutus (85-42M) yang merupakan kepercayaan Julius Kaisar Raja Romawi yang kemudian membunuh Kaisar. Kamulah Si Brutus itu Nasran. Kamu yang mengutip dan lebih tahu cara politik Brutus.

Penulis: Andi Darwis Dg. Mallongi

Tulisan ini Sepenuhnya Merupakan Tanggung Jawab dari Pengirim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed