oleh

Cinta di Malam Kelabu

INIKATA.com – Berbicara ” cinta” maaf saja aku tidak bisa berkutik apa-apa
kata “cinta”cukup sempurna untuk membuatku kehabisan
Bahasa.

Seperti saat itu,di antara keramaian yang ada Terselip dia di antaranya.

Dia yang sama sekali aku tak tau siapa dan bagaimana orangnya, untuk lebih jelasnya pada saat
Itu tidak ada yang ingin aku lakukan kecuali memperhatikannya
dengan tenang dan untungnya sesekali kedua tatapan yang polos itu saling
menyapa walau tak bersuara.

Detik itu sangat cepat berlalu, suara demi suara yang mengisi
Suasana perlahan tak terdengar lagi tak terkecuali sosoknya
yang berlalu pergi.

Setelah tatapan singkat pada malam yang
Dingin itu terjadi, aku pun mulai merasa ada yang aneh dengan
logika dan hatiku dimana tidak ada lagi perdebatan seperti biasa,
yang ada hanya keselarasan di antaranya, benar-benar aneh.

Setiap kali ku berada dalam imajinasi hanya ada dia yang menjadi pusatnya
Tatapannya yang tidak mengisyaratkan apa-apa,senyumnya yang sangat pelit
dia tampakkan dan tak ada yang istimewa dengannya tapi tetap saja aku hanya
bernafsu memikirkannya dan aku sangat bergairah.

Itulah gambaran suasana ketika aku jatuh cinta dan bukan hanya itu
masih banyak jatuh cinta lain yang pernah aku rasakan tapi hanya ada satu yang
bertahan dalam ingatanku yaitu ketika sebuah diam menyatukanku dengan dia.

Penulis: Jaratimi Annisa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed