oleh

Dijegal Appi-Cicu di MK, Danny Sebut Sangat Lucu

MAKASSAR, INIKATA.com– Sengketa pilwali Makassar tahun 2018 lalu terus berlanjut hingga kini. Pasangan calon walikota Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) tidak terima kalah dari kotak kosong.

Padahal, MK telah memutuskan bahwa perolehan suara kotak kosong lebih banyak dibanding Appi-Cicu. Hasil keputusan MK menyatakan 300.795 suara yang memilih kolom kosong sementara Appi-Cicu hanya memperoleh 264.245 suara.

Alhasil pasangan inipun menggandeng Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum untuk menggugat Undang-Undang Pilkada ke Mahkamah konstitusi (MK), Selasa (29/1/2019) kemarin.

Inti dari gugatannya adalah saat pilkada ulang digelar tahun 2020 mendatang, hanya pasangan Appi-Cicu dan Kotak Kosong yang berlaku. Danny Pomanto dijegal untuk bertarung kembali di Pilwali 2020 mendatang.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menganggap langkah yang dilakukan tim Appi-Cicu lucu.

Ia menilai, justru pihak yang kalah dari Kolom Kosonglah yang harusnya tidak lagi ikut dalam kontestasi pilkada ulang di tahun 2020 mendatang.

Tak ingin kalah dari Appi-Cicu, Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto mengaku akan memasukkan permohonan ke MK sebagai para pihak.

“Yang kalah dengan Kotak Kosong beberapa waktu lalu (tidak maju lagi). Saya pelajari, tapi kan ini masalah hukum kita mesti memberi respon, bagi saya itu hak orang, bagi saya ini lucu,” katanya.

Pilkada sebelumnya kaya Danny, jika kalah dari kotak kosong itu tidak bisa maju. “Sekarang kok dibalik justru kita yang dilarang maju, tapi selalu harus ada fakta-fakta hukum yang menjadi objek gugatan, tidak apa-apa saya akan bermohon untuk menjadi parapihak di situ,” ucap Danny. (Mawar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed