oleh

DP, Father of Development and Government

Oleh: Surianda Panambai

MAKASSAR, INIKATA.com – 2014 silam, kita belum melihat trotoar trotoar pejalan kaki yang tertata rapi, belum juga merasakan jalan jalan beton di hampir semua jalan kota, bahkan belum mendengar penataan lorong yang kumuh jadi elok, pun belum melihat sistem penghijauan kota.

Sekarang semua telah ada, telah dinikmati masyarakat, bahkan telah membawa Makassar meraih Adipura berturut turut, sepanjang sejarah kota Makassar.

Ide dan kreatifitas pembangunan itu, lahir dari tangan dingin Walikota Makassar, HM Ramdhan Pomanto. Losari yang dulu dijajaki pedagang kaki lima yang terlihat jorok, pun telah tertata rapi. Tentu semua itu bukan dicapai dengan Zimsalabin, namun kerja keras, komitmen, integritas yang tinggi.

Walikota Makassar, Danny Pomanto yang akrab disapa DP, juga mencetuskan sejarah baru di kota Daeng, layanan 112, pengaduan apa saja yang aktif 24 jam, ada juga mobil layanan home care, yang tanpa sungkan, melayani warga ke rumah yang membutuhkan layanan kesehatan. Banyak lagi cerita inovasi lainnya yang mendapat pengakuan dunia.

Dalam era modernisasi saat ini, DP juga berani “menjual” Makassar dengan event spektakulernya, F8 (Makassar International Eight Festival and Forum).

Event berskala internasional tersebut, telah mendapat pengakuan dan masuk dalam 10 kalender event Kementerian Pariwisata.

Anak lorong yang mampu membuka mata dunia, jikalau ada kota kecil bernama Makassar yang layak dikunjungi di Indonesia.

Pembenahan SDM utamanya aparatur pemerintahan juga tak luput dari perhatiannya.

Pertama kalinya, Makassar dalam mencari pejabat berintegritas, membuka lelang jabatan yang awalnya banyak dikritik namun kemudian banyak dipuji bahkan disanjung dan menjadi contoh bagi daerah lainnya.

BUMD juga dipoles dengan SDM yang handal, Danny punya pola pikir bahwa BUMD adalah sebenarnya pundi pundi PAD untuk menopang pembangunan Makassar.

Pejabat BUMD juga dilelang untuk mencari figur yang layak tanpa ada tendensi. Itulah DP, penuh kontroversi dengan segala keberhasilannya.

2019, Makassar menargetkan PAD Rp3 triliun, jauh dari PAD-PAD semenjak Makassar berdiri, angka itu realistis dengan segenap program pemerintah yang membuming.

Target itu menurut DP bukanlah slogan, itu adalah ambisi yang masuk akal dan bisa tercapai. Dia berharap siapapun kedepan pemimpin Makassar, Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi, karena Makassar terlalu indah untuk dikucilkan.

DP menggema disetiiap relung waktu Makassar, setiap lorong lorong kota, Rabu 30 Januari, DP genap berusia 55 tahun, usia yang cemerlang cemerlangnya dalam membawa perubahan bagi Makassar, bahkan Sulsel dalam skala global, Selamat Ulang Tahun DP Walikota Makassar, terus beegerak dan jangan biarkan Makassar Mundur Lagi. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed