oleh

Soal Sawah yang Tidak Teraliri Air, Begini Solusi yang Ditawarkan Balai Pompengan

MASAMBA, INIKATA.com – Balai besar sungai Pompengan Jenneberang mencoba menawarkan sejumlah solusi terkait permasalahan sawah warga di Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara yang tidak teraliri air.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh pihak Balai besar sungai Pompengan Jenneberang adalah dengan melakukan Pompanisasi.

Itu diungkapkan Balai Besar Sungai Pompengan Jenneberang saat mengikuti rapat bersama Bappeda yang dihadiri Kepala Dinas PUPR Luwu Utara, Suaib Mansur, Camat Mappedeceng, Kadri.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan, Balai Besar sungai Pompengan Jenneberang, Surya Darma mengatakan, terkait areal persawahan yang tidak teraliri air kurang lebih 25 Hektar, itu dikarenakan elivasi sawah warga lebih tinggi dari evilasi air yang ada di Bendung baliase.

“Elivasi air di bendung baliase itu sebesar 42.29 m, sementara letak sawah warga yang kurang lebih 25 hektar itu elivasinya diatas 43.39 m, jadi secara geografis air tidak bisa mengalir,”kata Surya, Rabu (30/1/19).

Olehnya itu, Pompanisasi dinilai sangat tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Menurutnya, solusi itu akan menguntungkan warga dan pemerintah.

“Kalau masyarakat mau, Air akan di Pompa untuk mengaliri sawah warga yang berada di Mappedeceng. Namun harus melalui mekanisme dengan bersurat resmi ke balai melalui Bupati untuk meminta pembangunan mesin pompa air,”jelasnya. (Aksan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed