oleh

Hanya Ikuti Arahan Pemenang Dan Pengadilan, Operator Ini Malah Dijadikan Terdakwa 

PALOPO,INIKATA.com – Mahaluddin (44) warga Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Palopo.

Ia dijadikan terdakwa dan dijerat pasal 170 KUHP. Itu terkait eksekusi lahan Sampoddo seluas 25,5 hektare yang terjadi pada Juli 2016 lalu yang diklaim M Nur adalah miliknya. Termasuk yang sempat kena pembongkaran adalah lokasi SPBU.

Sidangnya sudah berjalan di PN Palopo, Kamis kemarin adalah agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, Husain SH.

Hanya saja, pihak keluarga terdakwa merasa kecewa. Sebab yang dijadikan terdakwa adalah operator ekskavator.

“Mohon keadilan, keluarga kami (Mahaluddin,red) hanya menjalankan perintah pemenang dan pengadilan, kok dia yang jadi terdakwa,” Ucap Jumadil Idris, kerabat dari terdakwa, Selasa (12/2/2019).

Saat itu, kata Jumadil, terdakwa yang merupakan operator ekskavator hendak melakukan pembongkaran di lokasi SPBU. Hanya saja dilarang oleh pemilik SPBU. Dibelakang ketahuan kalau SPBU memiliki sertifikat tersendiri dan bukan termasuk lokasi eksekusi.

“Terdakwa saat itu berhenti, dan mengatakan akan melanjutkan jika pihak pemenang dan pengadilan memberikan tanda berupa garis. Sehingga pihak pemenang dan pengadilan memberikan tanda garis dari pilox,” sebutnya.

Sidang selanjutnya menurut Jumadil akan digelar tanggal 19 February mendatang.(Tiara)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed