oleh

700 Ribu Bibit Kopi Khas Dataran Tinggi Untuk Toraja

INIKATA.com – Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan 700 ratus ribu bibit kopi ke Pemkab Tana Torana dan Toraja Utara. Jenis kopi yang diberikan kedua kabupaten itu adalah Arabika, kopi khas dataran tinggi.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menerangkan, bibit kopi yang diberikan nantinya mampu menghasilkan produksi 3 hingga 5 ton per tahun. “Artinya apa, bisa meningkatkan tiga kali lipat pendapatan petani dan masyarakat lainnya,” terang Amran, Rabu (13/3).

Pemberian bibit kopi berkulitas tersebut merupakan proses awal dari program hilirisasi industri bidang pertanian dan perkebunan Kementan. “Sehingga kami dorong kopi Toraja ini dari hulu ke hilir, sudah dikemas baru masuk ke supermarket lalu diekspor,” jelas Amran.

Pemerintah mendorong proses percepatan pendistribusian bibit kopi, mengingat dataran tinggi Toraja dikenal dengan salah satu daerah dengan kualitas kopi terbaik di mancanegara. “Ini ada namanya kopi jantan. Kopi jantan Toraja. Kalau itu kita minum, betul-betul jadi jantan. Tidak menjadi betina,” kelakar Amran.

Sementara itu Direktur Jendral Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono mengungkapkan, bibit kopi yang diserahkan langsung ke pemerintah kabupaten masing-masing telah tersertifikasi. 700 ribu bibit kopi ini akan disebar kepada kelompok-kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Untuk tahun ini cuma segitu dulu karena kami lihat potensi produksinya ini akan besar. Kualitas tersertifikasi dan potensi produksi yang menjanjikan,” ucapnya.

Senada dengan Amran, kopi Toraja dinilai Kasdi telah memiliki ciri khas tersendiri bagi para penikmat kopi yang telah mengetahui langsung kualitas dan hasil olahan petani-petani di tempat ini. “Pasarnya ini terbuka lebar, untuk inovasi lain di hilirnya. Itu sangat luar biasa,” ungkapnya.

Khusus tahun ini, Kementan menganggarkan pendistribusian kopi di Toraja sebesar Rp 6,7 miliar. Diharapkan bibit kopi yang diberikan bisa dikelola dengan baik dan dapat mencapai target sesuai perencanaan sejalan dengan program hilirisasi industri pertanian Kementan. (INIKATA/jawapos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini