oleh

Pengaruh Konvergensi Media Terhadap Kehidupan Milenial

MAKASSAR, INIKATA.com – Kehidupan masyarakat saat ini memiliki karakteristik yang cukup khas, dimana barang elektronik menjadi kebutuhan pokok yang tak terelakkan. Dibuktikan dengan penggunaan smartphone yang semakin menjamur, tak kenal usia dan waktu. Smartphone seperti barang mewah yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

MAKASSAR – Kehidupan masyarakat saat ini memiliki karakteristik yang cukup khas, dimana barang elektronik menjadi kebutuhan pokok yang tak terelakkan. Dibuktikan dengan penggunaan smartphone yang semakin menjamur, tak kenal usia dan waktu. Smartphone seperti barang mewah yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, kamajuan barang elektronik seperti TV berwarna yang saat ini sudah memiliki remote. Menjadikan masyarakat lebih mudah mengakses segala bentuk informasi.

Konvergensi media tumbuh begitu cepat, seiring kemajuan teknologi dan globalisasi. Seperti penyatuan antara benda nyata seperti barang elektronik dan Internet.

Seperti kita ketahui Internet adalah suatu jaringan komunikasi yang menghubungkan satu media elektonik dengan media yang lainnya.

Penggabungan beberapa teknologi menjadi satu menimbulkan dampak positif yang dapat memperkenalkan suatu budaya terhadap budaya lain. Masyarakat menjadi tahu budaya dari beberapa daerah maupun dari seluruh dunia tanpa harus mendatangi tempat tersebut. Selain itu, masyarakat juga bisa memperkenalkan budaya sendiri melalui media sosial, Internet, aplikasi dan lain-lain.

Secara umum konvergensi media ini telah banyak memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi dan kemudahan bagi penyedia informasi untuk mempublikasikan informasinya kepada khalayak.

Namun, dibalik itu berdampak negatif terhadap minat masyarakat untuk membaca buku. Karena semakin majunya teknologi berlangsung dari waktu ke waktu telah memberi pengaruh terhadap manusia itu sendiri, sehingga kebanyakan masyarakat sekarang lebih mengandalkan internet dari pada harus repot-repot mencarinya di dalam buku.

Jadi kita sebagai masyarakat juga harus pintar-pintar mengatur diri agar tidak menjadi manusia yang tidak ketergantungan dan hanya mengandalkan sesuatu yang praktis.

Sri Hardiyanti Basri (ist)

Oleh: Sri Hardiyanti Basri

Penulis adalah seorang Mahasiswi S1 pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed