oleh

Pernah Dicium Mantan Wapres AS, Politisi Muda: Otakku Tidak Bisa Memproses

INIKATA.com – Seorang mantan anggota majelis negara bagian Nevada, Lucy Flores mengatakan mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menciumnya di belakang kepala 2014 silam. Ia menyebut kejadian itu membuatnya merasa “tidak enak, kotor, dan bingung”.

Insiden ini terjadi di sebuah acara kampanye. Lucy Flores menulis tentang tuduhannya dalam sebuah esai untuk The Cut, di mana dia mengatakan pertemuan dengan Biden terjadi selama acara kampanye November 2014 ketika dia adalah calon Demokrat untuk wakil gubernur negara bagian.

Menurutnya, saat itu, ia merasa Biden terus mendekat di belakangnya. “Saya merasa malu. Otakku tidak bisa memproses apa yang terjadi. Aku malu. Aku terkejut. Aku bingung,” tulis Flores, menambahkan bahwa dia bertanya-tanya mengapa wakil presiden saat itu sedekat itu dengannya.

Flores melanjutkan saat itu ia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya ingin Biden menjauh dari dirinya. “Saya tidak bisa bergerak, dan saya tidak bisa mengatakan apa-apa,” tegasnya.

Pengakuan mengejutkan Flores muncul saat Biden mempertimbangkan tawaran untuk menjadi presiden pada tahun 2020. Dan dalam sebuah pernyataan kepada CNN, menanggapi tuduhan Flores, Bill Russo, seorang juru bicara Biden, mengatakan, “Wakil Presiden Biden senang untuk mendukung pencalonan Lucy Flores pada tahun 2014 dan untuk berbicara atas namanya di depan publik yang dihadiri banyak orang. Baik saat itu, maupun tahun-tahun sesudahnya, apakah dia atau staf bersamanya pada saat itu memiliki firasat bahwa Ms. Flores pada suatu waktu tidak nyaman, juga tidak ingat apa yang dia gambarkan.”

“Tetapi Wakil Presiden Biden percaya bahwa Nn. Flores memiliki hak untuk berbagi ingatan dan refleksinya sendiri. Dia menghormati Nn. Flores sebagai sosok yang kuat dan suara independen dalam politik kita dan hanya berharap yang terbaik baginya,” lanjut Russo.

CNN telah menghubungi Flores untuk memberikan komentar. Dalam esainya, Flores, menulis pada saat itu bahwa dia adalah “Latina muda dalam politik,” mengatakan dia “tidak pernah mengalami sesuatu yang begitu terang-terangan tidak pantas dan mengerikan sebelumnya,” menambahkan bahwa Biden “membuat saya merasa tidak enak, kasar, dan bingung,” serta “tidak berdaya.”

“Bahkan jika perilakunya tidak kasar atau seksual, itu merendahkan dan tidak sopan. Saya tidak menyarankan bahwa Biden melanggar hukum apa pun, tetapi pelanggaran yang dianggap kecil oleh masyarakat (atau bahkan tidak dilihat sebagai pelanggaran) sering dirasakan orang pada pihak penerima,” tulisnya. (**/Fajar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed