oleh

Target 1,5 Triliun, E-filling dan E-billing Diharap Tingkatkan Kepatuhan Bayar Pajak

INIKATA.com Tahun ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mesti bekerja keras mengejar target penerimaan pajak yang dipatok Rp 1.577,6 triliun. Maklum, di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, angka tersebut melonjak 20,1 persen jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun sebelumnya Rp 1.315,93 triliun atau 92,41 persen dari target.

Pemerintah pun melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan dan membayar pajak. Salah satunya, memberikan sejumlah kemudahan.

“E-filing dan e-billing kami harap bisa memudahkan masyarakat,” tutur Menkeu Sri Mulyani Indrawati seperti dikutip Jawa Pos, Senin (4/3).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan, tahun lalu rasio kepatuhan wajib pajak (WP) dalam melaporkan SPT mencapai 71 persen. Tahun ini pemerintah menargetkan lebih tinggi, yakni 85 persen. “Dengan adanya teknologi dan lebih nyaman, seharusnya tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak melakukan kewajibannya,” katanya.

Ani, sapaan karibnya, mengakui bahwa target Rp 1.577,6 triliun cukup berat. Meski begitu, dia menekankan bahwa DJP tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam mengumpulkan pajak.

Pemerintah Lakukan Edukasi dan Sosialisasi Taat Pajak

Di satu sisi, pemerintah terus melakukan edukasi dan sosialisasi serta memberikan pelayanan yang makin baik bagi masyarakat. Di sisi lain, pajak merupakan alat untuk mewujudkan pembangunan yang merata di Indonesia. Pajak juga menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan masyakarat di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. “Bahkan, sampai gaji hingga seluruh upaya untuk meningkatkan SDM kita, semuanya menggunakan uang pajak,” ungkapnya.

Hingga kemarin, jumlah WP orang pribadi (OP) yang melaporkan SPT mencapai 3,2 juta di antara total WP terdaftar wajib SPT 17,653 juta orang. Ani mengimbau masyarakat untuk melaporkan SPT sejak dini sebelum batas akhir pada 31 Maret mendatang.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan menjelaskan, hingga kemarin jumlah pelapor SPT WP OP tumbuh 20,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dari total 3,2 juta WP OP yang lapor SPT, 90 persen memanfaatkan fasilitas e-filing. Sisanya, 10 persen, masih memilih jalur manual. Yakni, melaporkan langsung ke kantor-kantor pajak terdekat.

Dia mengungkapkan, jumlah pelapor SPT ini biasanya akan melonjak di akhir batas pelaporan. Karena itu, dia juga menyarankan masyarakat tidak melaporkan SPT mendekati batas akhir pelaporan. “Memang penyampaian SPT itu di akhir. Kami pada dasarnya mengimbau WP melaporkan pajak lebih awal,” tuturnya. (**/Fajar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini