oleh

BPN Curiga Suara Hasil Pemilu Mudah Dicuri, PDI: Ini Bukan Zaman Soeharto

INIKATA.com – Politikus PDI Perjuangan Charles Honoris menilai kubu 02 Prabowo Subianto – Sandiaga sedang mencoba membangun opini kecurangan untuk mendelegitimasi pemilu.

“Pernyataan Prabowo bahwa pihaknya harus menang dengan selisih suara minimal 25 persen karena belasan persen suara akan dicuri adalah rangkaian opini kecurangan. Cara ini sebelumnya kerap digunakan oleh BPN dengan menyuarakan pernyataan yang sangat memaksa bahwa hanya kecurangan yang bisa mengalahkan 02,” kata Charles.

Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR ini, opini kecurangan yang dibangun kubu 02 ini sangat berbahaya, bukan hanya karena telah membuat keruh situasi politik yang semakin panas jelang hari pencoblosan, tetapi juga berpotensi menciptakan konflik jika hasil akhir pemilu tidak sesuai keinginan mereka.

Aparat keamanan harus mengantisipasi potensi-potensi ini sejak dini. “Soal tudingan curi belasan persen suara ini, Prabowo sepertinya lupa bahwa Indonesia sudah tidak lagi di zaman Soeharto, di mana yang bersangkutan selama belasan tahun menjadi bagian dari penguasa yang bisa seenaknya mengatur suara hasil pemilu,” ujar Charles.

“Sekarang bukan lagi era mantan mertua Prabowo di mana suara bisa dicuri dan pemenang pemilu bisa ditentukan seenak udelnya! Lagian ketika semua lembaga survei menempatkan elektabilitas 01 jauh di atas 02, seharusnya kami yang takut suaranya dicuri. Bukan sebaliknya,” imbuhnya.

Charles menambahkan, hasil survei SMRC pada Januari 2019 menunjukkan mayoritas publik percaya pada integritas KPU dalam menyelenggarakan pemilu. Jadi menurut dia, jika Prabowo coba membangun opini kecurangan pemilu, jelas itu sangat bertentangan dengan opini masyarakat luas.

“Janganlah setelah melihat banyak survei yang memprediksi 02 kalah telak, lantas opini kecurangan ini dibangun. Upaya itu pasti akan sia-sia karena mandat kekuasaan datangnya dari rakyat, bukan dari elite yang mulutnya mulai teriak curang saat dirinya terjepit,” kata Charles.

Nah, Charles pun mengimbau, sebelas hari jelang pencoblosan ini, KPU hendaknya fokus saja bekerja dan tidak terpengaruh oleh opini-opini yang dibangun untuk mendeligitimasi penyelenggaran pemilu. “Rakyat sudah memberikan kepercayaan penuh pada KPU untuk menyelenggarakan pesta demokrasi yang jujur dan adil,” pungkasnya. (Inikata/Jpnn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed