oleh

Figur Jokowi dan Prabowo Masih Jadi Faktor Pendongkrak Elektabilitas Parpol?

INIKATA.com – Figur Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto masih menjadi faktor pendongkrak elektabilitas partai politik utama pengusung calon presiden.

Dengan elektabilitas 26,5 persen, PDI Perjuangan diprediksi memenangkan Pileg 2019. Disusul Partai Gerindra sebagai runner up dengan elektabilitas 14,3 persen.

PDIP dan Gerindra bersama dengan Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat menempati lima besar yang diprediksi lolos ambang batas parlemen.

“Yang menarik, parpol-parpol nasionalis mengalami pelemahan elektabilitas dalam satu sampai tiga bulan terakhir. Hanya PKB yang cenderung naik. Elektabilitas Golkar mencapai 8,6 persen, PKB 7,8 persen, dan Demokrat 5,2 persen,” papar Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (5/4).

Sebaliknya, parpol papan tengah cenderung meningkat elektabilitasnya kecuali Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Perindo.

Partai Nasdem memimpin dengan elektabilitas 3,9 persen diikuti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,8 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 3,6 persen, dan Partai Amanat Nasional (PAN) 3,3 persen.

“PPP dengan 2,8 persen tampaknya terpengaruh penangkapan ketua umum Romahurmuziy, sedangkan Perindo dengan 1,8 persen masih berpeluang lolos threshold,” tutur Rudi.

Untuk papan bawah adalah parpol yang diprediksi tidak lolos ambang batas. Partai Hanura mengalami penurunan elektabilitas paling tajam hingga tersisa 0,9 persen.

Disusul Partai Bulan Bintang (PBB) dengan 0,8 persen, Partai Berkarya 0,6 persen, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,5 persen, dan Partai Garuda 0,4 persen.

“Masih ada sebanyak 15,1 persen menyatakan belum memutuskan atau tidak menjawab,” kata Rudi.

Survei Y-Publica digelar pada akhir Januari hingga Maret 2019. Temuan survei merupakan agregat dari 54 daerah pemilihan dengan jumlah 43.200 responden.

Menggunakan metode sampel acak berjenjang di setiap dapil, hasil survei mendapatkan tingkat kesalahan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Inikata/Rmol)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed