oleh

Ke Bappenas, Wagub Bahas Pilot Project Drone untuk Distribusi Obat di Sulsel

MAKASSAR, INIKATA.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar rapat persiapan pelaksanaan pilot project drone untuk distribusi obat dan vaksin.
Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman yang adir dalam rapat tersebut menyarankan agar kajian lanjutan soal drone dengan pelibatan pemerintah pusat oleh Bappenas dan kementerian kesehatan dan pemerintah daerah.
“Kajian yang dimaksud, termasuk untuk melihat cost operational, mahalnya investasi dalam bentuk cost comparison, dan daerah sasaran yang tentunya bukan untuk kota, tapi kepulauan dan daerah terpencil tak terjangkau,” tandasnya.
Secara khusus, Andi Sudirman juga berharap kepada Kemenko Kemaritiman agar mempertimbangkan untuk bisa membantu membangun instalasi kabel bawah laut, agar kepulauan menikmati listrik yang stabil, juga sebagai sarana pendukung program.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta agar dikaji lagi, dan menyarankan bukan vaksin tapi darah. Karena, isu vaksin bukan barang-barang emergency seperti darah dalam pemakaiannya, serta termasuk bahan berbahaya ketika jatuh dan lain-lain.
“Ini sebagai harapan bersama agar jaminan produk terkirim tidak terkontaminasi bahan lain dan keamanan operasionalnya dalam pengawasan pemerintah atas barang yang dikirim,” terangnya.
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memaparkan, dengan adanya project drone yang diterapkan oleh kementrian, menjadikan transfusi darah semakin efektif.
“Khusus radius 80 kilometer, dapat menghemat gudang-gudang farmasi yang ada dengan satu pengantaran menggunakan drone. Mengingat jalur distribusi dengan menggunakan jalur laut memakan waktu yang cukup lama,” jelasnya.
Dengan adanya fasilitas drone ini, lanjut Bambang, setidaknya dapat menghemat waktu antara jarak tempuh. Mengingat, transfusi darah dari satu tempat ke tempat yang lain tak bisa lama. Satu drone ini dapat mengangkut setidaknya 300 kg perhari ke berbagai pelosok daerah yang berada di Sulsel.
“Paling tidak, dapat membantu meringankan pendistribusian ke berbagai pelosok desa yang ada seperti puskesmas, posyandu ataupun pusat kesehatan lainnya yang berhubungan dengan bidang kesehatan tentunya,” terangnya.
Sekedar diketahui, investasi awal oleh Zipline untuk membiayai Pilot Project Drone untuk distribusi obat dan vaksin, selanjutnya akan menjadi proyek bersama pusat dan daerah. Mengenai keberlangsungan program akan sangat tergantung efektivitasnya yang dievaluasi secara berkala. (Hendrik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed