oleh

Pengamat Nilai Potensi Tingkat Keterpilihan Caleg Muda Lebih Besar

MAKASSAR, INIKATA.com – Pemilihan calon legislatif 2019 tahun ini banyak diikuti calon pendatang baru dan kaum millenial yang merepresentasikan diri sebagai perwakilan dari generasi.

Hal itu seakan sejalan dengan jumlah pemilih millenial yang terbilang cukup signifikan sehingga memuat tingkat keterpilihan caleg muda lebih besar.

Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menjelaskan jika dikalkulasi secara makro, peluang caleg muda sangatlah besar di Pileg 2019 mendatang. Apalagi jika mereka berhasil menggaet pemilih millenial yang ada.

Selain itu, kata Firdaus, pengalaman juga menunjukkan bahwa pendatang baru yang didominasi anak muda kadang lebih mendominasi keterpilihan dibandingkan petahana.

“Kalau kita mau kalkulasi secara makro itu peluangnya besar. Biasanya juga lebih banyak pendatang baru yang dilantik dibandingkan caleg petahana yang bertahan,” ungkapnya.

Hanya saja, kata Firdaus, ketokohan pendatang baru memang harus direncanakan dengan baik.

“Keuntungan caleg muda adalah kemampuannya mem-branding diri. Modalnya mapping, kita harus tahu wilayah yang harus dijangkau. Ketokohan itu dibangun mulai dari penampilan, dari postur dan style yang meyakinkan,” bebernya.

Lain lagi dengan Pengamat Politik Arif Wicaksono. Ia menyebutkan, jika peluang caleg muda sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitasnya dalam menggaet pemilih, terutama pemilih milenial yang dianggapnya sebagai ‘pasangan serasi’ dari para caleg muda.

“Caleg muda itu energik dan mampu berkeliling untuk melakukan sosialisasi. Kuantitas atau jumlah wilayah yang digarap itu sangat berpotensi meningkatkan elektabilitasnya,” katanya. (Hendrik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini