oleh

Anselmus Bona Bicara Soal Kepailitan dan PKPU

MAKASSAR, INIKATA.com – Praktisi hukum kepailitan, Anselmus Bona P Sitanggang menyebut kurator memainkan peran vital dalam setiap perkara kepailitan maupun Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Hal tersebut diungkapkan Anselmus Bona saat bicara soal kepailitan dan PKPU dalam acara talk show di Black Canyon Caffee, jalan Hertasning Makassar, Rabu (14/8/2019).

“Agar perekonomian tetap bagus kurator itu harus tetap berpikiran bahwa kalaupun PKPU ataupun pailit. Harus independen dan benar-benar memahami perkara sampai detail,” jelas Calon Ketua Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) ini.

Sebab kata dia, ancaman kebangkrutan bisa kapan saja melanda perusahaan. Pada 2018, dari catatan di lima Pengadilan Niaga di Indonesia terdapat 411 perkara kepailitan dan PKPU.

Terkait kepailitan yang menimpa perusahaan, Bona menilai ada sebagian kurator yang kurang jeli membaca pasal-pasal dalam peraturan perundang-undangan terkait kepailitan dan pasar modal.

Bona sendiri mengaku mengedepankan prinsip going concern dalam setiap perkara yang dia tangani. Jika perusahaan tersebut setelah diaudit masih berpotensi melanjutkan bisnisnya, akan dilakukan segala cara demi menghindari pailit.

“Jangankan pailit, kalau kita daftarkan PKPU saja itu satu kaki kita sudah siap masuk jurang. Namun, itu lebih baik daripada pailit,” tuturnya.

Untuk di Provinsi Sulawesi Selatan kata dia, budaya malu masih tinggi sehingga kepailitan dan PKPU bisa terselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Ia berharap, meskipun pailit, perusahaan harus tetap bisa berjalan entah bagaimanapun caranya. “setiap pengusaha tidak mungkin mau pailit kan? Pasti pengusaha pengen tetap berjalan perusahaannya, dihatapkan kurator pun ikut mendukung keinginan para pengusaha-pengusaha itu,” tutupnya. (Hendrik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini