oleh

Berharap Gubernur NA Dicopot, Demonstran Minta Panitia Hak Angket “Tumpahkan” Darah di DPR

MAKASSAR, INIKATA.com – Ratusan massa yang tergabung dalam koalisi pemuda dan masyarakat anti bohongna menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, jalan Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (16/8/2019).

Aksi unjukrasa tersebut dilakukan jelang rapat paripurna terkait hasil sidang yang dilakukan panitia selama kurang lebih dua bulan lamanya.

Para demonstran ini membawa seekor ayam dan disembeli bersama dengan ketua panitia hak angket, Kardir Halid di ruang aspirasi kartor DPRD Sulsel.

Jendral lapangan aksi, Herdiawan dalam tuntutannya dang dituangkan dalam pernyataan sikap, ia meminta panitia hak angket agar merekomendasikan kepada aparat penegak hukum kepolisian dan kejaksaan memeriksa pejabat pokja, ULP, dan PPTK pemprov.

Takhanya itu, ia juga meminta agar Gubernur Sulsel di copot. “Meminta panitia hak angket untuk segera menonaktifkan dan mencopot Nurdin Abdullah dari jabatannya sebagai Gunernur Sulsel,” tegasnya saat membacakan pernyataan sikap.

Menganggapi aksi unjuk rasa tersebut, ketua panitia hak angket, kadir halid menuturkan jika aksi itu ia anggap sebagai dukungan miral kepada panitia.

“Ini merupakan dukungan kepada kami panitia hak angket, terima kasih karena masih ada dari masyarakat yang menduking panitia hak angket, dan itu bertanda kalau panitia angket ini berjalan dengan koridor yang benar, selama ini kan banyak orang yang meragukan,” kata Kadir.

Menaggapi poin-poin yang menjadi tuntutan para demonstran. “Poin-poinyya itu tasi sudah saya sampaikan, yang pertama tadi itu bahwa meneruskan kepada aparat penegak hukum apakah itu kepada KPK kepolisian  dan tindak pidana. Ada beberapa nama yang direkomendasi diminta untuk dicopot, tapi siapa nama-namanya nanti disampaikan setelah rapat pimpinan. Kemudian mengembalikan,” tuturnya.

Sementara, Wakil Ketua Panitia Hak Angket, Arum Spink mengatakan, rekomendasi pemakzulan sudah menjadi bahan diskusi yang dibahas di masing-masing fraksi.

“Mengenai bagaimana endingnya, nanti akan dibahas di rapat paripurna,” kata Arum Spink ketika menerima pendemo. (Hendrik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed