oleh

Drama Teaktrikal Semarakkan Pementasan Budaya Pemuda Moncongloe

INIKATA.com – Rangkaian pementasan budaya, Pemuda Kecamatan Moncongloe memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ditutup dengan pementasan drama teaktrikal yang mengusung konsep “modern tapi tidak merdeka”.

Pementasan drama teatrikal ini menyoroti tentang kondisi pemuda milenial yang kebanyakan telah kehilangan semangat kritis dan kepedulian terhadap kondisi kekinian.

“Jadi kami melihat pemuda telah larut untuk fokus pada smartphone dan gadget, sehingga banyak pemuda yang kemudian abai pada kondisi masyarakat,” ujar penulis naskah, Andani Wiratami, Sabtu (17/8).

Ia melanjutkan, dari kondisi itulah maka ia menyusun cerita drama untuk menyentil kondisi apatis pemuda. Di Kecamatan Moncongloe kata dia, banyaknya pembangunan yang mengorbankan sawah.

Sebab menurutnya, telah banyak sawah yang kini telah ditimbun untuk dibanguni bangunan dan perumahan. Sayangnya, kata dia pemuda hanya diam dan tak mau melakukan gerakan moral terhadap kondisi itu.

“Maka dari itu kamu juga tampilkan adegan dimana seorang petani diseret oleh pemain yang berperan sebagai pemilik modal atau orang kaya, yang akhirnya membeli sawah para petani. Sehingga petani kehilangan mata pencarian,” ungkapnya.

Selain itu kata jurnalis Harian Radar Makassar, ditampikan juga beberapa adegan yang menceritakan tentang kisah perjuangan pemuda dan rakyat pada tahun 1908. Dimana kata dia, saat itu menjadi awal gerakan untuk merebut kemerdekaan.

Adegan lainya yang ditampilkan kata dia, adalah kisah perjuangan pemuda di era 1945 yang dipimpin oleh Soekarno dan Hatta, yang akhirnya dapat menghasikan kemerdekaan Indonesia.

“Kami tampilkan adegan itu sebagai pengingat betapa beratnya perjuangan para pendahulu kita untuk merebut kemerdekan. Nah disatu sisi, pemuda di era modern ini malah abai dan melupakan sejarah panjang perjuangan kemerdekaan,” ungkapnya.

“Mereka malah sibuk pada urusan pribadi apalagi main game dan gadget, yang menyita waktu. Dan mereka lupa kalau banyak hal yang bisa mereka lakukan untuk kepentingan bangsa dan wilayahnya untuk mengisi kemerdekaan dan melanjutkan perjuangan para pahlawan,” imbuhnya.

Dari situlah kata dia, ide modern tapi tidak merdeka muncul. Sebab menurutnya, anak muda telah terbuai dengan kecangihan alat di era modern tapi tidak tahu bagaimana cara mengisi kemerdekaan.

“Semoga ide cerita yang kami pentaskan sedikit banyaknya dapat merubah mindset anak muda Moncongloe agar lebih peduli kondisi wilayahnya,” tutupnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed