oleh

HMI Sulselbar Dibubarkan Saat Demo, Wawan Mattaliu: Cederai Proses Demokrasi

MAKASSAR, INIKATA.com Aksi Unjuk Rasa (Unras) Puluhan Massa Anggota Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendapat hadangan dari Aliansi Pendukung Prof Andalan saat melakukan demonstrasi depan kantor DPRD Sulsel, Senin (19/8/2019) kemarin.

Unras Badko HMI Sulselbar itu mendesak DPRD Sulsel agar komitmen mengawal fakta-fakta hukum yang muncul pada saat Sidang Hak Angket Dewan.

Namun, secara bersamaan ratusan simpatisan Aliansi Pendukung Prof Andalan juga lakukan aksi menolak hasil putusan Hak Angket.

Aksi saling dorong dan saling kerjar pun tak terhindarkan, sapai massa dari HMI yang hanya melakukan orasi kurang dari lima menit itu dipukul mundir oleh massa Aliansi Pendukung Prof Andalan.

Hal ini ditanggapi oleh Anggota DPRD Sulsel, Wawan Mattaliu. Dirinya bahkan mengecam tindakan premanisme yang dilakukan oleh oknum terhadap massa yang melakukan aksi demonstrasi.

“Ini sudah tindakan kriminal, tidak boleh dibiarkan. Sudah harus menjadi urusan kepolisian. Setiap warga negara berhak untuk menyampaikan pendapat,” ujar Wawan sapan akrabnya.

Kata dia, Etos demokrasi ada disitu untuk saling menghormati setiap perbedaan, bukan kemudian diselesaikan dengan cara barbarian.

Diketahui, korban yang awalnya datang ke DPRD Sulsel bersama pengurus Badko HMI Sulselbar untuk memberi support agar hak angket berjalan bermartabat, tiba-tiba dihalau oleh beberapa oknum bahkan memburunya sampai di flyover.

“Oknum yang melakukan ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” tegas politisi Hanura asal Kabupaten Maros ini.

“Ini tak semata karena ada korban, tapi ini sudah mencederai proses berdemokrasi kita,” tutupnya. (Hendrik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed