oleh

LSM APAK Desak Polisi Tuntaskan Kasus Pengeroyokan Aktifis Anti Korupsi

MAKASSAR, INIKATA.com – Kasus pengeroyokan yang dialami salah seorang aktifis Anti Korupsi di Makassar oleh oknum yang diduga anggota polisi membuat geram Ketua Dewan Pusat LSM APAK RI, Mastan, Kamis (22/8/2019).

Mastan menegaskan pihaknya akan mengawal terus laporan pengeroyokan yang menimpa anggotanya tersebut hingga proses pemeriksaan saksi-saksi yang tengah didalami Polsek Biringkanaya Makassar.

“Supaya proses pemeriksaan saksi yang sedang berjalan bisa terlaksana sesuai mekanisme dan prosedur sebagaimana diatur dalam KUHP, “ujarnya.

Tak sampai disitu, laporan perihal pengeroyokan yang dialami anggotanya, yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polisi telah sampai di tangan Propam Polrestabes Makassar.

“Kami sangat berharap agar supaya kasus ini dikawal terus sama Propam sampai dilimpahkan di Kejaksaan. Karena kami yakin dan percaya, Propam turun tangan untuk memantau proses pemeriksaan yang sedang berlansung,” tambahnya.

Disamping itu, dirinya mengungkapkan bahwa bukti petunjuk yang telah diamankan oleh pihak penyidik, sekiranya dapat memperjelas kejadian yang sebenarnya.

“CCTV yang sudah diambil penyidik sebagai bukti petunjuk bisa memperjelas kejadian yang sebenarnya dan saksi yang sedang diambil BAP nya bisa memberikan keterangan yang sebenarnya,” jelasnya.

Namun, jika dalam penyidikan, ada indikasi bahwa saksi memberikan keterangan palsu, Mastan menekankan akan melaporkannya dengan Pasal 242 KUHP ancaman pidana 7 tahun penjara.

“Kalau misalnya tiba-tiba CCTV itu rusak berarti ada orang yang sengaja menghapusnya. Sebagaimana kemarin ada salah satu tukang ojek yang sempat mendengar ada orang datang di Pos Securty ingin menghapus isi CCTV tersebut, “tuturnya.

Sebelumnya, Yusri Paneddu (41) seorang Warga jalan Boulevard Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bulorokeng, Kecamatan Biringkanaya ini mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa oknum yang diduga anggota polisi.

Akibatnya, Yusri Paneddu menderita luka lebam dipundaknya. Atas kejadian itu, dirinya pun mengaku telah melaporkan kasus pengeroyokan yang dialaminya ke Polsek Biringkanaya. dengan LP Nomor 1647/VII/2019/Polrestabes Makassar/Polsek Biringkanaya tertanggal 13 Juli 2019, akan tetapi, kata Yusri sampai saat ini dirinya belum mendapatkan kepastian hukum yang ia laporkan.

Terpisah dari itu, Kapolsek Biringkanaya, Kompol H Andi Ashari saat dikonformasi lewat pesan WatsApp pada Rabu (21/8/2019) malam belum dapat memberikan keterangan soal kelanjutan kasus tersebut. (Anca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed