oleh

Nurdin Abdullah Apresiasi Simposium Internasional di Unhas

MAKASSAR, INIKATA.com Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah mengapresiasi The 3rd International Symposium on Agricultural and Biosystems Engineering 2019, di Pascasarjana Unhas Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Aula Prof. Fachruddin, Pascasarjana Unhas Makassar, Selasa (6/8).

“Saya apresiasi untuk keberlangsungan pertanian kita, saya kira Sulawesi Selatan adalah daerah yang menjadi penyangga pangan nasional. Sekali lagi saya mengapresiasi kegiatan simposium ini,” ungkap Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya.

Saat ini Sulsel sudah menjadi tulang punggung nasional di bidang pertanian. Olehnya itu pemerintahan dibawah kepemimpinan dirinya dan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Wakil Gubernur Sulsel akan terus mendorong pertumbuhan pertanian, bukan hanya lumbung beras, tetapi juga lumbung pangan lainnya.

“Ini provinsi menjadi tulang punggung Indonesia. Bukan hanya mendorong pertumbuhan pertanian tapi juga kita kembangkan seperti jeruk Malangke maupun jeruk Selayar yang hampir hilang,” jelas alumni Fakultas Kehutanan Unhas Makassar ini.

Diakhir sambutannya Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mendapatkan kesempatan untuk membuka secara resmi acara The 3rd International Symposium on Agricultural and Biosystems Engineering 2019.

“Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim acara simposium saya buka secara resmi acara The 3rd International Symposium on Agricultural and Biosystems Engineering 2019,” tutup mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Departemen Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian UNHAS dan didukung oleh Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) dan Korean Society of Agricultural Machinery (KSAM).

Ketua Panitia The 3rd International Symposium on Agricultural and Biosystems Engineering 2019, Dr. Arifin Dwi Saputro, Ph.D mengaku, kegiatan tersebut memberikan peluang bagi pemangku kebijakan untuk menambah jejaring dibidang pertanian.

“Seminar ini memberikan kesempatan kepada peneliti, akademisi, dan profesional serta pemangku kebijakan untuk saling berbagi pengetahuan, memperluas jaringan, serta membuka kesempatan kerjasama di waktu yang akan datang,” jelasnya.

Pada level yang lebih tinggi Arifin mengaku, hasil dari seminar ini dapat digunakan sebagai rujukan atau rekomendasi dalam pengambilan kebijakan terkait pencapaian Sustainable Development Goal 2030. (Hendrik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed