oleh

Paripurna Ranperda Perubahan, Begini Pandangan Umum Fraksi PDIP dan PPP

MAKASSAR, INIKATA.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar Rapat Paripurna perihal pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Makassar terhadap ranperda tentang perubahan APBD, di Kantor DPRD, Jalan Ap. Pettarani, Rabu (21/8/2019) kemarin.

Jubir Fraksi PDI-Perjuangan Kota Makassar, A. Vivin Sukmasari mempertanyakan persoalan dari sisi pendapatan untuk BPHTB dengan sistim zonasi nilai tanah yang cukup meresahkan masyarakat.

Hal tersebut disebabkan karena masyarakat masih banyak belum paham dengan pola zonasi yang dimaksud, artinya diperlukan rasionalisasi terhadap obyek yang dimaksud dengan melihat kondisi faktual di lapangan.

“Pendapatan Asli Daerah direncanakan mengalami penurunan sebesar 1,49%, penurunan tersebut akan berpengaruh pada menurunnya kapasitas dalam merespon berbagai kebutuhan pelayanan public yang memadai,” ujarnya

Meski begitu, ia berpandangan bahwa menerima dan menyepakati konsep Rancangan Perubahan APBD 2019, dengan asumsi kinerja pendapatan belanja anggaran perubahan dapat lebih optimal dan tepat sasaran dengan tetap mempedomani arah kebijakan pemerintah Kota Makassar.

Diketahui dalam rapat tersebut, turut dihadiri oleh PJ Walikota Makassar, Iqbal Samad Suhaeb yang mendengarkan langsung pandangan fraksi

Sementara itu, Juru Bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Fasruddin Rusly, menilai nota keuangan perubahan APBD tahun anggaran 2019, dianggap sangat penting bagi keberlangsungan penting dalam keberlangsungan dan keberlajutan pembangunan kota Makassar.

“Hal ini terkait dengan pencapaian target-target dan indikator yang telah direncanakan dalam APBD 2019 dan apa yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah Daerah
(RPJMD) Kota Makassar Tahun 2014-2019,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, PAD Kota Makassar, mengalami penurunan sebesar Rp. 24,62 Milyar lebih, atau menurun sebesar 1,49%, yang sebelumnya ditargetkan sekitar Rp.1,64 trilyun, di APBD pokok tahun 2019, dan APBD perubahan tahun 2019 ini ditargetkan sebesar Rp. 1,62 Trilyun lebih.

Menurutnya, bahwa Realisasi PAD sampai bulan ini memang sangat jauh dari target yang direncanakan,

“Sehingga kami menghimbau agar Pemerintah Kota Makassar dapat mengambil langkah yang maksimal sehingga mampu mencapai target Pendapatan Asli Daerah sesuai yang direncanakan,” tutupnya. (Hendrik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed