oleh

Pembebasan Lahan Bendung Baliase Sisakan Persoalan, Pihak Balai Digugat

MASAMBA, INIKATA.com – Intan Permatasari warga Lingkungan Tolumi Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara menggugat Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang Makassar di Pengadilan Negeri Masamba terkait pembebasan lahan yang tidak dilakukan secara keseluruhan.

Akibat pembebasan lahan yang dilakukan oleh Balai Besar Jeneberang ini, membuat kerugian bagi Intan. Itu termasuk pembebasan lahan yang dianggap tidak mementingkan sisi etis, estetis dan logis.

Taufik bin Rusdin, selaku Kuasa Hukum penggugat saat ditemui mengatakan, pihak balai diduga telah melakukan kesalahan dalam proses pembebasan lahan yang memberikan dampak atau kerugian bagi masyarakat khususnya yang berada di lingkungan Tolumi, kelurahan baliase, Luwu Utara.

“Akibat pembebasan lahan ini, sejumlah rumah kehilangan nilai estetis layaknya rumah-rumah yang lainnya karena tidak lagi memiliki teras beserta halaman rumah,” kata Taufik.

Selain kehilangan nilai estetis, penggugat beserta keluarga juga kehilangan hak batas lingkungan hidup yang baik, sehat dan nyaman. Karena di samping rumah milik warga akan dilalui jaringan irigasi yang sama tingginya dengan rumah warga.

“Selama pengerjaan jaringan irigasi tersebut, halaman rumah warga sering tergenang air karena tidak adanya saluran pembuangan air, begitupula debu yang ada dijalan sangat mengganggu warga sekitar,” tambahnya lagi

Sementara itu, Kuasa Hukum Intan lainnya, Arinal, mengatakan pada sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Masamba (21/08/2019) tidak dihadiri oleh pihak tergugat.

“Pihak balai sudah dilayangkan surat panggilan untuk sidang hari ini, namun mereka tidak hadir. Dan sidang kedua kembali akan digelar minggu depan,” tutupnya. (Aksan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed