oleh

Tutup-tutupi Kasus Korupsi ADD, ACC Sulawesi Kecam Sikap Kejari Wajo

INIKATA.com – Sejumlah pihak menyayangkan sikap tertutup Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo terkait kasus hukum yang sementara diproses lembaga penegak hukum tersebut.

Beberapa kasus diantaranya, dugaan korupsi ADD 2015 dan DD 2016-2018 Desa Awo, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo.

Peneliti lembaga Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Hamka mengatakan, penegakan seharusnya dilakukan secara transparan. Proses hukum kata dia, tidak boleh dilakukan kucing-kucingan.

“Kami heran kalau penanganan kasus dugaan korupsi dana desa itu lama atau dihentikan oleh aparat penegak hukum. Apalagi kami banyak mendapat info dari masyarakat, kalau penanganan dugaan kasus korupsi di daerah sangat tertutup atau tidak transparan,” ujarnya.

Lembaga yang dibentuk oleh Mantan Ketua KPK, Abraham Samad kata Hamka mengecam jika lembaga penegak hukum didaerah tidak transparan dalam menjalankan tugasnya.

Apalagi kata dia, menurutnya, kasus terkait dana desa mudah diungkap, karena sebelum sampai di aparat penegak hukum. Proses hukum telah dahulu dilaksanakan ditingkat desa, dimana ada waktu selama 60 hari untuk menyelesaikan temuannya.

“Khusus untuk dugaan korupsi ADD 2015 dan DD 2016 Desa Awo yang ditangani Kejari Wajo tidak ada perkembangannya, bahkan kami sinyalir kasusnya dihentikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Wajo, Nova Aulia Pagar Alam yang ditanya terkait kasus tersebut engggan menjawab, karena menurutnya, ia tidak bisa memberi keterangan tanpa perintah dari Kajari.

Begitupun dengan Kasi Intel Kejari Wajo, Andi Sumardi. Ia juga enggan menjawab pertanyaan terkait dugaan korupsi tersebut.

“Jika terus begitu, publik bisa berasumsi macam-macam,” kata Hamka.

Diketahui, masyarakat Desa Awo melaporkan indikasi penyalahgunaan ADD dan DD Desa Awo tersebut ke Kajari Wajo. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed