oleh

Bantuan Alat Produksi, Benih Hingga Pupuk, Rahman Bando: Mensupport Para Petani

MAKASSAR, INIKATA.com – Pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) menyerahkan bantuan alat produksi hingga benih padi dan pupuk kepada kelompok tani se-Kota Makassar.

Penyerahan bantuan alat produksi hingga benih padi dan pupuk ini dilakukan saat dihelatnya Musyawarah Tani Abbulo Sibattang di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Rabu (4/9/2019).

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Pj Wali Kota Makassar yang diwakili oleh Staf Ahli Wali Kota, Azis Hasan. Penyerahan ini juga disaksikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar, Rahman Bando serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DKPTPH) Sulawesi Selatan, Fitriani.

Adapun alat produksi yang diberikan berupa tujuh unit traktor dan dua unit transpalanter. Sementara itu, 24 kelompok tani mendapatkan bantuan benih padi dan pupuk.

“Bantuan yang diserahkan saat ini merupakan hasil dari aspirasi dan rekomendasi kelompok tani melalui musyawarah tahun lalu, sekarang kita berikan bantuannya,” kata Rahman Bando.

Bantuan Pemkot Makassar melalui penganggaran APBD maupuan bantuan Kementerian Pertanian ini, Rahman Bando berharap bisa membantu meningkatkan produksi petani.

“Harapannya tentu ini menjadi bentuk support pemerintah terhadap para petani, bagaimana peralatan ini bisa membantu semisal memangkas waktu produksi agar bisa lebih produktif lagi,” tambahnya.

Sementara, dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan oleh Azis Hasan, mengatakan, saat ini kondisi pertanian di kota Makassar menemui berbagai rintangan. Terutama perihal bersaing dalam penggunaan lahan dengan sektor lainnya.

“Tantangan sektor pertanian ke depan khususnya di Makassar adalah bagaimana menghadapi kompetisi pemanfaatan ruang antara berbagai sektor yang ada. Di satu sisi, fungsi-fungsi produksi pertanian mutlak dibutuhkan, sementara fungsi-fungsi ekonomi yang lain terus menghimpit dan membutuhkan jalan keluar,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menyebut untuk keluar pada kondisi tersebut perlu dilakukan berbagai macam pendekatan.

“Harus ada pendekatan multiple approach, disinilah terlihat pentingnya sinergi seluruh stakeholder, masukan dari para ahli serta terbukanya kran aspirasi oleh seluruh warga terhadap pemerintahan,” tambahnya.

Pada kesempatan musyawarah itu pihak perwakilan Kelompok Tani berkesempatan menyampaikan aspirasinya. Mulai dari masalah pengairan, hingga kendala benih maupu alat pertanian.

“Dari hasil diskusi inilah nantinya yang akan menjadi rekomendasi kedepan apa-apa yang diperlukan oleh para petani kemudian kita rumuskan kedepan untuk ditangani,” tutup Rahman Bando. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed