oleh

Panitia Kecolongan? Ada yang Mengaku Raja “Arung Belawa Alau” di Festival Keraton Nusantara

INIKATA.com – Festival Keraton Nusantara pada 8 September 2019 lalu berlangsung hikmat di Luwu, ini merupakan acara tahunan yang digelar Forum Silaturahmi Keraton Nusantara sebagai bentuk silaturahmi adat dan budaya, festival ini dihadiri oleh berbagai kerajaan/kedatuan/keraton dari seluruh penjuru wilayah dengan membawa misi pelestarian budaya dan persatuan Indonesia.

Namun miris, acara tersebut malah dijadikan ajang deklarasi bagi seseorang yang mengaku raja untuk mendapat pengakuan. Andi Erwing Gamatta yang berdomisili di Jakarta, memperkenalkan dirinya sebagai Arung Belawa Alau pada festival tersebut tanpa melalui proses adat dan pelantikan apapun, serta menggunakan atribut bendera yang berbeda dari Akkarungeng Belawa yang asli (bendera berwarna hitam), ia mewakili Kecamatan Belawa kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan

Perbedaan atribut yang digunakan dengan atribut yang asli (bendera hitam) Sumber: Arsip Keluarga Datu Sulolipu

Padahal, tepat pada tanggal 8 September 2018, anak laki-laki ketiga dari Datu Sulolipu (Arung Belawa terakhir) menggantikan dan meneruskan Datu Sulolipu menjadi menjadi Arung Belawa yaitu dengan gelar Datu Budi Datu Sulolipu Arung Belawa “Makkarung ri Belawa”, dilantik secara resmi di Saoraja Belawa yang beralamat di Jln. H. Datu Sulolipu, Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan.

Jika ditelaah sejarahnya, dimulai ketika meninggalnya Datu Patongai di tahun 1949 yang menjadi dasar keluarnya SK sementara, dan secara definitif di tahun 1951 Datu Sulolipu resmi menjadi Datu Doping Arung Belawa terakhir, dengan keluarnya SK yang ditanda tangani oleh Arung Matoa Wajo, Ranreng Betteng Pola, Ranreng Talotenreng, Ranreng Tua, Cakkuridi, dan Filla, kemudian disaksikan oleh asisten Residen Vanbone di masa itu.

Tahun 1960an terjadi pembentukan kecamatan-kecamatan baru di kabupaten Wajo, saat itu dimulai ketika “distrik” wanua belawa alau dan wanua belawa orai disatukan menjadi Kecamatan Belawa, yang dipimpin langsung oleh Datu Sulolipu sebagai Camat pertamanya sekaligus Arung Belawa. Istilah Kecamatan Belawa masih digunakan masyarakat sampai sekarang. Sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa-jasanya, area rumah yang dulu menjadi kediaman Datu Sulolipu kini dinamakan Jalan H.Datu Sulolipu, rumahnya disebut Saoraja Belawa yang maksudnya bekas kediaman raja Belawa.

Catatan: Tulisan atau opini ini adalah tanggungjawab penulis sendiri.

Penulis :Andi Muhammad Aditya (Aditya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini