oleh

Pasca Mundur Dari BPD, Kahar Ungkap Kelakuan Kades Bungeng

JENEPONTO, INIKATA.com – Anggota Badan Permusawaratan Desa Bungeng, Kecamatan Arungkeke, Abd Kahar Lallo, mengajukan pengunduran tertulis ke Bupati Jeneponto. Hal ini dia lakukan lantaran tidak sejalan lagi dengan sistim pemerintahan yang dijalankan Kepala Desa Bungeng, Sensus Nyorong, yang sarat dengan nepotisme dan tidak transparan.

“Saya mundur karena tidak sepaham dan tidak cocok dengan kepala desa, yang mana desa tidak mau mendengarkan masukan dari kami. Ironisnya, masukan itu dianggap seakan mau mengkudeta pemerintahannya,” ungkap Abd Kahar Lallo, Minggu (22/9/2019).

Abd Kahar menjelaskan, awalnya kepala desa memberhentikan kepala dusun Bungeng dengan alasan tidak bersyarat karena lewat umur, tapi parahnya lagi kepala desa memasukkan penggantinya yang tidak bersyarat lagi lantaran tidak ada ijazah SMA-nya.

“Saya tim suksesnya di Pilkades tapi sekarang kita jalan sendiri-sendiri. Di BPD juga hampir semua keluarganya, Ketua BPD iparnya, ada juga kemenakannya, begitu juga pemerintahan, Kaur ada iparnya dan kemanakannya. Intinya di BPD dan aparat desa kebanyakan keluarganya,” bebernya.

Hal senada juga diungkapkan aparat desa, Hamzah, bahwa kepala desa lebih memfungsikan keluarganya di pemerintahan dan BPD.

“Kepala desa menjadikan sejumlah keluarganya terlibat di pemerintahan, seperti anaknya Ketua Bumdes, isterinya Ketua mobil siaga. Begitu pun di BPD ada sejumlah keluarganya terlibat Termasuk Ketua BPD adalah iparnya, anggota BPD ada juga kemanakannya,” tuturnya.

Ironisnya, isterinya kadang ikut campur dengan urusan suaminya padahal dia bukan aparat desa. “kami aparat desa tidak dilibatkan dalam urusan proyek dan yang dilibatkan rata-rata keluarganya. Pak desa sipatnya arogan dan tidak mendengar masukan aparat desa dan BPD. Sikapnya ini turut dikeluhkan juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” tutupnya.  (Kahar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed