oleh

Dewan Semprot Pemkot Makassar: Lebih Kejam Dari Soeharto

MAKASSAR, INIKATA.com- Wakil Ketua Dewan Perwalikan Daerah (DPRD) Kota Makassar, Wahab Tahir menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar lebih kejam dari mantan Presiden otoriter, Soeharto.

Hal itu dikarenakan Pemkot Makassar tidak memberikan izin atas pelaksanaan Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) 2019, di Anjungan City of Makassar.

Wahab Tahir menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber di diskusi Obrolan Malam Jumat (OMJ) Inikata.com-Radar Makassar yang bertajuk “Tingkatan Perekonomian, F8 Dibuang Pemerintah”, yang rutin dilaksanakan setiap malam jumat, di Kantor Inikata.com, Jalan Letjen Hertasning No.54, Kota Makassar, Kamis (17/10/2019) malam.

Dia berkisah saat Zaman Soeharto, saat itu mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin bermusuhan dengan Soeharto, tetapi Soeharto tetap memberi izin dilaksanakannya Festival Jakarta.

“Pemkot Makassar lebih kejam dari Soeharto. Sekejam-sejamnya Soeharto yang bermusuhan dengan Ali Sadikin, tetapi Soerharto tidak pernah melarang Festival Kota Jakarta,” kata Wahab, Kamis (17/10/2019) malam.

Dengan F8 2019 diambilalih oleh pihak swasta yakni PT Festival Delapan Indonesia, Kata Wahab Pemerintah Kota Makassar lepas tangan dan tidak mendukung F8, sikap seperti kampungan sekali.

“Seolah-olah karena dikerjakan swasta jadi tidak ada hubunganya dengan pemerintah kota, pemerintah seperti kampungan menurut saya,” jelasnya.

Sementara, Pemkot Makassar melalui Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ismail mengaku Pemkot Makassar tak melarang dilaksanakannya acra tersebut, tetapi saja hal itu dikarenakan Pemkot Makassar mengalami defisit anggaran.

“Anggaran saya saja di potong, sekarang hanya menjadi 6,5 miliar” bebernya.

Penyataan itu kemudian menuai respon dari penggagas F8, Moh Ramdhan Pomanto. Dia mengaku setiap daerah pasti mengalami defisit, hanya saja Pemerintah harus kreatif dengan kejadian itu.

Apalagi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Makassar meningkat hingga tiga kali lipat.”Jadi jujurlah apa yang terjadi, alasan defisit itu mengada-ada,” tegasnya.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini