oleh

Diduga Meninggal Karena Mallpraktek, Hikmah Lutra Minta DPRD Lutra Kawal Kasus Bocah Aqila

MASAMBA, INIKATA.com – Puluhan mahasiswa yang terhimpun dalam Himpunan Kerukunan Mahasiswa (Hikmah) Luwu Utara datangi kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), Rabu (16/10/19).

Kedatangan mereka untuk meminta DPRD Lutra mengawal tuntas penanganan kasus kematian Aqila yang diduga akibat malpraktek.

“Kedatangan kami untuk meminta DPRD segera memanggil pihak RS Hikma Masamba terkait kasus kematian Aqila yang di duga akibat malpraktek,” ujar Aswandi, Ketua Hikmah Lutra.

“DPRD harus memanggil pihak rumah sakit hikma untuk mempertanyakan dan memperjelas kasus penyebab kematian bocah tiga tahun yang dioperasi berkali-kali,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta fakta integritas keseriusan DPRD untuk mengawal kasus kematian Aqila. Sementara itu, ketua DPRD Luwu Utara, Basir mengatakan, pihaknya akan mengawal secara tuntas kasus kematian Aqila.

“Setelah tata tertib DPRD disahkan dan alat kelengkapan DPRD sudah rampung, kita akan segera memanggil pihak rumah sakit Hikma Masamba,” kata Basir.

Bukan hanya secara pribadi, kami secara kelembagaan DPRD akan berdiri di depan untuk mengawal tuntas penyelesaian kasus kematian Aqila yang di duga akibat malparaktek.

Diketahui, sebelumnya bocah Aqila menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani operasi sebanyak 7 kali, dengan kondisi usus terburai, serta di sekitar jahitan bekas operasi membengkak dan bernanah. Aqila (3) adalah bocah asal Desa Tulung Indah, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Ia menghembuskan nafas terakhir di RSUD Sawerigading, Palopo, Rabu 9 Oktober 2019, lalu. Sementara itu, dokter yang menangani bocah Aqila, dr Suwanto SpB, yang akrab disapa dr Wawan, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya tetap melakukan pelayanan maksimal terhadap bocah Aqila.

Ia juga membantah keras adanya dugaan malpraktik. Ia berdalih jika apa yang dilakukan dokter sudah sesuai SOP. “Tidak ada malpraktek. Kami sudah menangani sesuai SOP. Kami justru banyak membantu pasien tersebut dengan cara menggratiskan pengobatan tanpa BPJS, dan pasien dirujuk pada saat saya berada di Jakarta,” tegas dr Suwanto.

Kemudian semua biaya rumah sakit, sudah tidak dibebankan lagi kepada korban. Bahkan pihak RS telah melakukan penggalangan dana untuk korban Aqila.
(Aksan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini