oleh

Kanwil Bea Cukai Sulbagsel Musnahkan 21 Juta Batang Rokok Ilegal Dan Minuman Alkohol

MAKASSAR, INIKATA.com – Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJWC) Sulawesi bagian Selatan (Sulbagsel) memusnahkan barang hasil penindakan penindakan baramg ilegal berupa tembakau dan minuman keras.

Pemusnahan secara simbolik dilakukan di halaman Balai Diklat Keuangan Negara Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Rabu (30/10/2019).

Adapun yang dimusnahkan, berupa tembakau (rokok ilegal) sebanyak 21.200.452 batang dan minuman keras 1.744 botol.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Padmoyo Tri Wikanto menjelaskan, barang ilegal ini hasil dari 50 penindakan sepanjang tahun 2018 hingga Oktober 2019 oleh Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan. Barang ilegal ini didapatkan di pintu masuk baik pelabuhan laut, bandar udara, maupun barang yang sudah berada di pasaran wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.

“Produsennya dari Pulau Jawa dan pasaranya ke daerah pelosok, pesisir dan pegunungan. Kita sudah berkoordinasi dengan bea cukai daerah produsen rokok, jadi saling kerjasama dengan daerah produksi seperti Malang, Kudus, Kediri, Pasuruan dan Madura yang memasarkan di wilayah Sulawesi,” terangnya.

Dari seluruh barang yang disita, Kanwil DJBC Sulbagsel mengklaim telah menyelamatkan atau mencegah kerugian negara sebesar Rp Rp 6.126.759.520. Dimana barang hasil sitaan ini sudah berkekuatan hukum tetap.

“Delapan orang sudah ditetapkan tersangka dan dipidanakan. Pidana yang kita terapkan tidak hanya pidana penjara, tapi juga pidana denda.
Tuntutan penjara mereka rata-rata satu hingga dua tahun dan denda Rp 1,5 miliar. Potensi kerugian negaranya Rp 6,1 Miliar lebih,” pungkasnya.

“Pelanggarannya ada beberapa jenis, dia polos tanpa pita cukai alaias polos, palsu dan salah peruntukan, salah personalisasi dan ada juga pita cukai bekas,” sambungnya.

Dia menuturkan pemusnahan terhadap rokok ilegal diperkirakan nilai barangnya mencapai Rp 12.801.707.580. Sedangkan terhadap minuman keras dengan nilai barang sebesar Rp 72.875.000.

Pemusnahan secara simbolik ini dilakukan dengan cara membuang isi minuman keras. Sementara, rokok ilegal dengan cara dibakar diatas tong yang dihadiri langsung dari Kejaksaan, Polda Sulsel dan tamu undangan lainnya.

“Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat dan industri dalam negeri serta mengamankan hak-hak keuangan negara. Dengan pemusnahan ini diharapkan masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam pemberantasan rokok ilegal dan minuman keras,” tutupnya. (Anca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini