oleh

Kelola Dana Bos, Kepsek SMPN 8 Lebih Fungsikan Honorer Dibanding Bendahara

JENEPONTO, INIKATA.com – Kepala SMP Negeri 8 Bangkala Barat lebih mempercayakan guru honor, Ratna mengelola dana bantuan operasional sekolah (Bos), dibandingkan bendahara Bos, Nurcaya, yang pastinya guru PNS.

Bendahara SMP Negeri 8 Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Nurcaya mengungkapkan, kalau dana Bos diambil kepala sekolah setelah cair.

“Dana Bos diambil kepala sekolah dan dia yang kelola sekarang, beda sebelumnya saya kelola sepenuhnya dalam pembelanjaan. Guru-guru juga sekarang mengeluhkan sikap kepala sekolah,” bebernya.

Terpisah, Kepala SMP Negeri 8 Bangkala Barat, Andi Ahmar mengakui Dana Bos dia ambil dari bendahara lantaran menurutnya dananya sedikit.

“Dari anggaran lima belas juta delapan ratus, saya pegang sebelas juta tujuh ratus lima puluh. Sedangkan bendahara, saya cuma berikan tiga juta lebih. Saya belum belanja, uang saya simpan dipembantu bendahara karena jauh rumah, saya takut ada apa-apa,” kilah Andi Ahmar.

Ironisnya, dia lebih berikan kepercayaan pembantu bendahara yang notabenenya adalah guru honorer bukan PNS. “Tidak ada di juknis pembantu bendahara, cuma saya simpan di situ,” akunya.

Ditanya tentang juknis penggunaan dana Bos, kepala sekolah berdalih tahu semua akan tetapi tugas fungsi bendahara sengaja dia ambil. Pasalnya dana Bos diambil dari tangan bendahara Bos yang idealnya melakukan pembelanjaan di sekolah.

“Triwulan ketiga saya ambil untuk membuktikan sama guru-guru bahwa ini dananya sekian. Kalau sedikit dananya itu tantangan dibandingkan banyak. Siapapun bendahara, pak Nasarudin (bendahara umum partai Demokrat) saja mencuri pak,” terangnya. (Kahar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini