oleh

Suhu Diatas 35 Derajat, Potensi Kebakaran Harus Diwaspadai

MAROS, INIKATA.com – Suhu ekstream maksimum yang mencapai 38,2 derajat celcius tanpa disertai fenomena el nino melanda wilayah Sulawesi Selatan khususnya Kota Makassar, Maros dan sekitarnya.

Potensi kebakaran serta adanya angin kencang dan gangguan kesehatan bagi warga yang beraktivitas diluar ruangan menjadi ancaman serius.

Hal ini disebabkan oleh panas yang begitu menyengat disertai kelembaban suhu yang sangat rendah dibawah 50 persen.

“Suhu ekstream maksimum yang mencapai 38,2 derajat celcius pada 20 Oktober kemarin akibat dari intensitas radiasi matahari mencapai titik maksimum tanpa tutupan awan yang signifikan serta angin Timur yang menguat,” kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Maros, Hartanto, Senin (21/10).

Berbeda dengan suhu ekstream yang sebelumnya terjadi pada Oktober 1997 dan 1992. Sambung Hartanto, sepanjang pengamatan yang tercatat 39,5 dan 38,6 derajat celcius, dimana kondisi keduanya dipengaruhi oleh fenomena el nino atau memanasnya suhu permukaan laut di Samudra Fasifik bagian Tengah hingga Timur.

Meski tanpa pengaruh fenomena el nino, kondisi suhu ekstream diatas 35 derajat celcius diprediksikan masih akan terus terjadi selama bulan Oktober tahun ini.

Wargapun diimbau untuk tetap waspada akan adanya potensi kebakaran yang diperparah dengan hembusan angin kencang dibawah kelembaban 50 persen dan gangguan kesehatan untuk yang beraktivitas di luar ruangan.

Dimana terik matahari begitu menyengat. Selain radiasi matahari tanpa tutupan awan, suhu ektream diperparah dengan angin Timur dari pegunungan Bawakareang dan Lompobattang di wilayah Sulsel yang menghembus dibawah kelembaban 50 persen hingga suhu panas terasa saat berada di kawasan pemukiman.

“Tercatat di pengamatan suhu mencapai 38,2 derajat celcius ini merupakan suhu tertinggi untuk pengamatan bulan Oktober sepanjang tahun pengamatan suhu tertinggi pada saat kita tidak dilanda el nino,” beber Hartanto.

Lebih lanjut, kata Hartanto untuk kedepan potensi suhu diatas 35 derajat celcius masih harus diwaspadai karena kita belum memasuki musim hujan. Kondisi ekstream ini karena suhu tinggi dan kelembaban juga ekstream dibawah 50 persen.

Sementara itu, kemarau diperkirakan baru akan berakhir pada November dasaran kedua untuk wilayah pantai Barat Sulsel. Sementara untuk wilayah Kabupaten Takalar dan jJneponto diperkirakan kemarau baru berakhir pada November di dasaran ke tiga. (sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini